Senin, 31 Oktober 2011

SEGELAS AIR

pertengkaran antara kita sepatutnya tak perlu terjadi
jika segelas air dan kau mau mengalah
melepas dahaga panjangku
tapi kau bertahan
tak ingin segelas air itu hanyut di kali ciliwung
yang akan merusak rasa dan warna
kerna bangkai lupa diangkat
kerna limbah sampah bisa berenang
pertengkaran antara kita sepatutnya tak perlu terjadi
kerna segelas air itu telah mencemari dirimu
merusak tatanan jiwa
dalam dahagamu yang tak pernah putus

KAMBING DOMBA DAN SAPI

meski kambing lebih mahal dari domba
tidak berarti qurban dengan kambing lebih baik daripada domba
hakekatnya adalah pengorbanan
pengorbanan itu adalah kewajibanan
kewajiban adalah keikhlasan
ikhlas berbagi dengan yang baik
baik yang terukur dalam aturan
satu jiwa satu domba dan tujuh untuk sapi
sungguh
ladang qurban adalah ladang keikhlasan

DILEMA

hujan yang tidak berhenti
menggenang halamanku dengan air
menggangguku untuk pergi
haruskah banjir 
kutebas agar dapat bebas 
melintas
menembus waktu
memenuhi harapanmu

Sabtu, 29 Oktober 2011

PERJALANAN PANJANG

perjalanan panjang melelahkan itu
telah melintas benua membelah samudra
menembus angkasa tak bertepi
selesai dan berhenti
lalu kita menunggu
perjalanan apalagi
sementara kamu tak ingin diganggu
sibuk merajut waktu yang berserak
dalam perjalanan panjang bersamaku
namun kaki kita masih seirama
walau langkah telah berbeda
akankah dapat melewati perjalanan berikut
perjalanan yang hanya bisa diyakini
sementara keyakinan kita telah jatuh berceceran
dalam perjalanan melelahkan

Jumat, 28 Oktober 2011

TOGA

anakku nilpon
"pak besok saya diwisuda, bapak hadir kan,
pake baju batik merah yang aku belikan,
bapak naik taksi jangan naik delman,
jam delapan,
karakatau ballroom hotel horizon,
pak jangan wira wiri sebelum acara selesai
lebih kurang empat jam-an
didalam jangan moto"

aku merasa ada yang  hilang
kebebasan
aku telah terikat
tidak dapat lagi menentukan
keinginan memutuskan
apalagi berpendapat dalam kehidupan anakku
hanya karena pelantikan sebuah toga
atau usia diambang senja ?

Kamis, 27 Oktober 2011

AKU IRI PADA BU ANI

aku iri pada bu ani
ketika mulai membidikkan kamera
merekam suasana
atau perjalanan politik
cikeas istana merdeka
the colours of harmony, a photography journey
aku iri pada bu ani
kerna aku tidak punya kamera
apalagi bertelelensa
tapi.....
dapatkah kamera bu ani 
merekam ketidak-adilan 
merekam kemiskinan  
merekam pengangguran
di negri gemah ripah lohjinawi
toto tentrem kerto raharjo ?
atau kamera itu hanya bagian dari kesenangan
memotret langit senja
memotret melati dan dahlia
sehingga aku tak perlu iri pada bu ani


MUSIBAH dan TAKDIR

( untuk mas susilo bambang yudhoyono )

awan kelabu menutup bumi itu tidak lagi melahirkan hujan
tapi melahirkan banyak air mata
yang tidak akan pernah berhenti mengalir
sanggupkah kita menghentikan duka yang datang tiba tiba
ketika insan dan para pemimpin negara
tewas
dalam undangan
berbungkus persahabatan

anak bangsa terbaik telah pergi
dengan cara mengenaskan
dunia berkabung dengan serpihan
paku mur dan gotri
mengalirkan kesedihan dan kebencian
ketika seorang tua dengan sekarung bom melintas dengan sepeda
didepan podium singgasana
menekan sebuah tombol yang tidak bersalah
tapi
melahirkan petaka airmata
yang tidak akan pernah berhenti mengalir
hanya karena satu kesalahan kita
atau sekedar musibah biasa ?







Selasa, 25 Oktober 2011

PERMINTAAN TERAKHIR KHADAFI

aduh
kesalahan apa yang telah aku lakukan padamu
lepaskan !
sungguh
perlakuanmu menyimpang dan penangkapanku tidak islami
kau salah nak
kalian telah menembak kedua kakiku
kalian telah menembak perutku
tolong jangan perlakukan aku seperti ini
biarkan aku hidup
tolonglah
biarkan aku hidup
aaaaah
allah

Senin, 24 Oktober 2011

ANAKKU

anakku
jadilah bidadari
bujuklah rembulan
kembali kepangkuanku
katakan
aku cinta


Sabtu, 22 Oktober 2011

JEMBATAN

pusaran angin puting beliung
telah menerpa pohon jati yang kau tanam
menumbangkan sebatang jati tua
dan menghempaskannya
tanpa daya
sungguh dimas
tidak pernah aku mengarahkannya
atau meminta
agar jatuhnya tepat diatas kali
yang telah memisahkan tanah kita
memisah hati kita
bahkan merpatiku tak sanggup mengepak sayap
mengantar salam ketempatmu
bukankah tanah dan isinya adalah
titipan jujur leluhur kita?
tak perlu ada sengketa mengisinya
dan biarlah pohon jati tua yang tumbang itu
menjadi jembatan bijaksana
terimalah keberadaannya
sebagai tempat dimana hatiku melangkah
menyapamu
disela desir angin kemarau
tanpa ada curiga




Selasa, 18 Oktober 2011

SNIPER

laras senapan dengan cat kusam
lurus mengarah menghunjam ke jantung sasaran
target mulai kau bidik
membuat kepastian ajal
tapi
angin telah berubah arah
menggagalkan kepuasan
mengubah keputusanmu
menarik pelatuk
kau kembali merayap
menghitung angin dengan pasti
telescope mengunci bidikan
satu tembakan
selesai sudah pesanan
dari keserakahan

Selasa, 11 Oktober 2011

MAKE YOUR DREAMS COME TRUE


ketika aku mulai menabur mimpi
kau malah mengubur mimpimu
satu demi satu
bahkan mimpimu tentang negeri diatas angin
kau kubur sebagai prioritas pertama
negeri yang dibawahnya mengalir sungai
tempat sembilan bidadarimu  berendam setiap sore
dimana kau menunggu dengan sabar
menjaga sembilan kemben
agar tidak hanyut dalam kenakalan mimpiku
yang penuh dengan perangkap cinta

ketika kau mulai mengubur mimpi
tanpa kusadari aku telah jatuh dalam jebakanmu
yang kau hidangkan sebagai makanan penutup
"make your dreams come true"


Senin, 10 Oktober 2011

CATUR

"Tuhan tidak berkhutbah tapi berfirman
Nabi dikirim untuk menjelaskan
dan kita menerima dengan iman"
kau bergumam
sambil melangkahkan kuda kesisi kanan
"skak ster !"

aku terperangah
jantung berdegup kencang
kemana lagi hendak berlari ?
tnggal satu langkah bertahan
pengorbanan besar
detikku terus meluncur
"setiap yang hidup pasti merasakan mati"
sambil senyum kau bilang
itu juga firman

bertopang dagu
mataku menembus jauh masa silam
berhitung tentang kebaikan dan kejahatan
sungguh,
aku tak mampu menghitungnya
apakah aku sudah terlalu renta
tertatih tatih
menanti sang pengadil
merebahkan raja


Jumat, 07 Oktober 2011

KANTUK

samar samar masih kudengar kau berkomentar
mengejar mataku yang tengah berlari di hutan gelap
ranting ranting mulai memecut dan memukul
tak sanggup membuka kelopak mata
yang telah terkunci
samar samar masih terdengar kau berkomentar
tentang raskin yang berulat dan berbelatung
tentang keadilan yang bisa dibeli
tentang wakilmu di dewan
bahkan tentang istri presiden
yang punya hobby photography
sepertinya kau bertanya
apakah ketidak adilan
ketidak sejahteraan
pengangguran
ketidak berdayaan kita dan kesenjangan
ada dalam jejak kameranya ?
atau pada pupil mataku yang tidak pernah jujur 
samar samar masih terdengar
kau menghirup kopimu
yang hitam sepekat kantukku

Rabu, 05 Oktober 2011

ISTRIKU

ketika laptop itu menjadi milikmu,
aku senang,
ketika modem itu menjadi milikmu,
aku malah makin senang,
ketika dunia maya itu telah menjadi milikmu,
timbul keraguan
kau ini siapa,
masihkah kau bernama perempuanku,
yang memuntahkan turunan terbaik dari perutmu,
adakah malam ini tetap menjadi milikku,
atau
hanya sepi tanpa kamu.