Senin, 24 Desember 2012

TEMBAKAU


tembakau itu telah mengambil nafas bapakku
ketika paru tidak berfungsi lagi                                                     
dan kanker menjalar dan berpesta
aku menjadi muak dan benci
pada tembakau
yang telah menelan hak warisku
meninggalkan nestapa
kerna tidak ada lagi harta tersisa
bahkan untuk ritual tradisi
3 hari
7 hari
40 hari
ah tembakau
kebencian mendalam padamu
justru mendatangkan suka
sungguh
pada isapan pertama yang panjang
kutemukan imajinasi
asap yang kuhembus
adalah inspirasi
isapan kedua mendatangkan gelombang
puisiku mengalir dengan gampang
menghanyutkan keputusasaan
ya telah kunikmati kehadiranmu 
pada isapan ketiga
ditengah kebencian yang mulai pudar



2 komentar:

  1. looohh.. malah keblinger asap rokok ya, eyang.. wkwkwk.. keren nih puisinya.. sudah tayang K belom ya??
    salam find leilla :)

    BalasHapus