Kamis, 19 Desember 2013

AYAMKU MENGUMBAR SYAHWAT

tak pernah aku kawinkan
mereka kawin sendiri
suka sama suka kadang terpaksa
tapi punya tanggung jawab
lihatlah ketika betina mulai hendak bertelur
sang jantan mencarikan tempat yang layak
menunggu betina dengan sabar
sampai proses itu selesai
sang jagoan lalu berkokok tanda syukurnya
tidak pernah mereka lakukan aborsi
memecahkan telur yang terkumpul
padahal otaknya kecil dan tidak berakal
berbeda jauh dengan manusia
mampu berpikir
membedakan yang pantas atau tidak
tapi aborsi merajalela
membunuh janin tak berdosa seperti hal biasa
bukankah janin juga insan bernyawa ?

tindakan aborsi adalah  TERLARANG

(wates-kulonprogo)

Minggu, 08 Desember 2013

SEBELUM AJAL BERPANTANG MATI

ombak besar datang menerpa
kapal terangkat miring kekanan
mesinnya mati tiba-tiba
hati siapa tak ketakutan

diburitan terdengar teriakan
“ada orang jatuh kelaut !”
semua penumpang berlarian
penuh khawatir dan rasa takut

yang terjatuh melambaikan tangan
ditelan ombak jejeritan
sekoci kapal siap diturunkan
mesin macet menggagalkan pertolongan

sebelum ajal berpantang mati
ditengah penumpang yang kebingungan
seotang kakek menerjunkan diri
berenang memberi pertolongan

digeladak  gemuruh tepuk tangan
ketika korban telah diselamatkan
nachoda datang dengan penghargaan
untuk sang kakek yang jadi pahlawan

namun sang kakek marah sambil teriak
“tadi ..yang dorong saya siapa pak ?”



Minggu, 01 Desember 2013

CUCUKU BERTANYA TENTANG AIDS

cucuku gilang
kelas tiga esde
bertanya tentang AIDS
lalu terbata-bata kujelaskan
aids itu singkatan dalam bahasa inggeris
acquired immunodeficiency syndrome
melemahnya kekebalan tubuh terhadap segala penyakit
kok bisa ?
ya bisa
karena 10 tahun sebelumnya telah terkena virus bernama HIV
human immunodeficiency virus
virus yang menyerang system kekebalan tubuh kita
jangan sampai tertular
penyembuhannya sangat sukar
berbagai macam cara penularan bisa terjadi
melalui perkawinan
penggunaan jarum suntik bekas pakai
tranfusi darah
maka aku berharap padamu
jagalah diri dengan memperteguh iman
-
(wates-kulonprogo)

memperingati hari AIDS sedunia







Rabu, 27 November 2013

PENGEN

dek
ijin kan aku
punya mertua lagi
pengganti ayah ibu mu
yang pergi tak kembali

Jumat, 22 November 2013

KAU BERTANYA TENTANG BULU

ketika kau bertanya tentang bulu
lalu ku jelaskan
bila tumbuhnya di tulang dahi bawah namanya alis
alis dapat mengungkapkan berbagai ekspresi komunikasi
takjub marah bingung
bila tumbuhnya dibibir atas namanya kumis
tumbuhnya didagu namanya janggut
tumbuh dikepala namanya rambut
yang tak punya rambut namanya botak
botak didepan  dia pemikir
botak dibelakang  dia pintar
botak dari depan kebelakang ?
dia pikir dia pintar

Rabu, 13 November 2013

CAPEK DEH

Letih
Telah melumpuhkan semangat bertarung
Karena tidak ada lagi butir keringat
Terpancar untuk dijerat dan dijilat
Sementara kau terkapar merintih
Menyebut namaku terbata-bata
Mengeluh dalam luka dan lolongan panjang
Penuh ketakutan
Karena aku telah lunglai berpacu dengan waktu
Mengumpulkan rindumu yang cerai berai
Dihantam badai berkepanjangan
Capek deh ……….

Minggu, 27 Oktober 2013

MEJA MAKAN

meja makan
makan ?
apa masih ada makanan terhidang
mengisi detik yang melahap waktu kita
sementara masalah tetap bergulir
tak terselesaikan
kadangkala
sarapan hanyut dalam kepicikan
uh emosional
ketika meja makan jadi lesehan malam
tidak ada lagi perbincangan
karena mulutmu sibuk
memamah benci yang tergeletak
lalu matamu basah
aku mau bilang apa
tentang rindu yang kau gadai
sungguh
tak ada lagi hidangan penutup
mengisi meja makan kita
sampai kapan ?

(wates-kulonprogo)



Selasa, 24 September 2013

KITA HANYA PASRAH MENERIMA

kemudian malaikat maut itu berkeliaran di jalan jalan pongah
ditangannya ada sabit
mengayun membelah mati semua rintihan
tersendat dalam pekat malam
bahkan rintihan tersangkut yang merintih di alang alang
bergelimpangan di jalan panjang tanpa hambatan
terhempas dalam gang gang yang tidak berujung
tidak ada pertanyaan atau seseorang bertanya seketika
bisa saja tragedi bergulir menggilir ditengah terik matahari
tidak lagi memilah milah korban dengan pasti
musibah kadangkala bukan bencana
bencana kadangkala mendatangkan setumpuk kebaikan
kehendak tuhan diluar nalar alam jagat semesta
kita hanya pasrah menerima

(wates-kulonprogo)




Minggu, 25 Agustus 2013

MASALAH BUAT ELO ?

kami memang keluarga PKI
tapi tak pernah mengrongrong negeri
juga demonstrasi
tidak protes sana sini
apalagi korupsi
tak perlu kau maki maki
kami taat undang undang meski sering kau ganti
katamu itu revisi
kami mengisi kemerdekaan dengan keringat sejati
bayar pajak dan restribusi
tak pernah telat barang sehari
itu semua sudah kewajiban kami
meski kau sembunyi sembunyi, lalu korupsi
kami tak kecewa
cukup berdo’a
semoga kau menyadarinya
dan ditangkap kapeka
kami memang keluarga PKI
mbakyuku Protestan
kakangku Katolik
dan aku Islam
masalah buat lo ?
*
(eyang gendut, wates-kulonprogo)

Minggu, 18 Agustus 2013

KETIKA PUTRIKU MENGAKU HAMIL

I
bumi  tempat berpijak
menelanku
mengubur dalam
langit  runtuh menghimpit
sesak didada
petir menyambar pada malam berbintang
aku tersengal dan tersedak
sesaat kau mengatakan  sambil terisak :
“pak aku hamil”
orang tua mana tak hancur hatinya
putri cantik hamil diluar nikah
kesabaranlah yang membuat bijak terpelihara
pasrah pada keterbatasan yang kumiliki
dan menjadikannya my destiny
“nduk, siapa yang telah berbuat padamu ?”
“tukiyo pak, putra pak tukiman, yang punya percetakan“
“ya sudah nggak usah menangis lagi, bapak suka kok punya mantu tukiyo”
aku lihat rembulan kembali bercahaya
“mbesok nduk, bapak datang kepercetakan memberitahu pak tukiman”

II
di percetakan aku  menjelaskan pada pak tukiman
dengan bahasa santun kusampaikan
tanggung-jawabnya atas semua kejadian
tentang putriku yang telah berisi   
tapi jawaban sungguh menyakitkan
pak tukiman berkata sambil mengepal tangan

“ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN”

Jumat, 16 Agustus 2013

SAJAK KENANGANGAN TENTANG PAKDHE SOEHARTO

ketika "Nasihat Pakdhe Untuk Thole" aku terbitkan
Jansori Andesta dan Er. Fendra komen "aku nggak tau artinya"
lalu malam ini aku coba menjelaskan
meskipun bulan belum purnama
tapi bintang menyinari cukup beranda hati kita
mudah-mudahan ada manfaat dan berguna
sedikit tentang filsafat jawa
filsafat yang juga dipunyai banyak suku bangsa kita
aku menulis

piye khabare le
pakdhe Soeharto bertanya
apa khabarnya anakku

ojo dumeh ya
jangan sombong ya
mentang mentang pendatang baru yang punya stok tulisan banyak
lalu dua puluh artikel dalam waktu bersamaan kau publish di kompasiana
akibatnya karya tulis dari penulis lain bergeser cepat kehalaman 2
nggak sempat terbaca, kasihan
tulisanmu juga kena dampak
karena orang juga enggan membaca semuanya
ayo, marilah kita tidak merendahkan penulis lain
kata kho ping ho
diatas langit masih ada langit

ojo kagetan
jangan terkaget kaget mudah terkejut
tatkala satu artikel dibaca ribuan orang
seperti http://hukum.kompasiana.com/2013/08/15/fransisca-yofie-media-dan-polisi-tragedi-seonggok-hawa-nafsu-584476.html
dibaca 1426 orang
seperti http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/06/04/the-power-of-words-562261.html
dibaca 12233 orang melalui facebook,blogger dan kompasiana
kita belajar dari sukses mereka

ojo gumunan
jangan kagum berlebihan ketika melihat satu masalah
pandanglah sesuai porsinya dan bersikap wajar
agar kita tidak kecewa
kita kagum melihat chelsea melumat indonesia 8-1
kau bilang I am the Blue Army
dan kecewa  ketika chelsea dibantai madrid 4-0

sugih tanpa bhanda
kaya tanpa harta benda
kekayaan itu tidak hanya berupa harta benda
kemampuan menulis dan mengajarkan pada orang banyak
merupakan salah satu kekayaan yang bermanfaat
pahala melimpah adalah kekayaan bathin

mikul dhuwur mendem jero
seperti kita menghormati kedua orang tua kita
kita junjung tingi kebaikannya
kita pendam dalam-dalam kesalahannya

menang tanpo ngasorake
tidak perlu bangga ketika berhasil
tak perlu menghina pada yang kalah
kalah menang silih berganti

ngluruk tanpo bolo
bertarunglah secara kesatria
tidak perlu bawa teman untuk kroyokan
bersaing dengan taktik dan strategi
tentu sangat menyenangkan

lalu pakdhe Soeharto bertanya
isih penak jaman saiki po ?
masih enak jaman sekarang apa?

(wates-kulonprogo)


Rabu, 07 Agustus 2013

LALU KALIAN MENGELUH BELUM MERDEKA




68 tahun proklamasi kemerdekaan dicanangkan
wau tidak sebentar mas bro
jalan panjang yang terentang  itu sepertinya belum selesai
menghantar keadilan
kesejahteraan
seperti yang diharapkan pahlawan, sesepuh bangsa dan kita semua
lalu kau bertanya siapa mereka ?
dan kucoba menjelaskan pada mu
Teuku Umar, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro
adalah pahlawan yang menghadang penjajah belanda
Soekarno dan Hatta
pahlawan
proklamator kemerdekaan dan kebebasan
Sudirman, Abdurrahman Saleh, Adi Soetjipto
adalah pahlawan pejuang
yang mempertahankan kemerdekaan
dengan jiwa raga
ketika serangan agresi belanda membabi buta
19 empat puluh tujuh
dan
19 empat  puluh delapan
mereka rindu ingin kembali ke negri gemah ripah loh jinawi
inilah  ujian ketahanan kemerdekaan yang kau miliki
semboyan merdeka atau mati
terpatri dalam hati
luluh lantakkan belanda
mereka menyerah pergi angkat kaki
*
lalu kalian mengeluh
negri kita belum merdeka
dan merasa negri ini tengah dijajah jepang dan amerika
tidak pernahkah kalian introspeksi
telah salah memilih wakil mu pada pemilu
telah salah memilih lurah, walikota, bupati, gubernur
bahkan memilih presidenmu
ternyata kalian terlalu mudah disuap janji
tergiur tebaran pesona
dan kau telah tertipu
*
kemudian di mata mu perjuangan kami seperti tidak berarti
padahal masalah sebenarnya
karena kalian tidak mampu
mengisi kemerdekaan
kecuali dengan keluhan berkepanjangan
salam  merdeka  mas bro !!!
*

Rabu, 31 Juli 2013

PENYAIR... PUISIMU MEMBOSANKAN



wahai penyair kelana
perjalanan puisimu adalah denyut yang mengarungi samudra hati
penuh riak dan gelombang
menghempas di butir butir pasir
silih berganti tak hendak berhenti
kau ukir tragedi dan elegi
pada serpihan karang terserak
puisimu yang bersajak
telah tinggalkan jejak

tiba-tiba aku bosan menikmati
puisimu yang datang tadi pagi
terasa tawar
sajianmu hanya kata kata berulang
dan terbatas pada cinta, rindu, sepi, angin lalu
secangkir kopi
atau sebatang rokok
kau tampak seperti kehabisan nafas
tak punya jati diri untuk meretas
kreasi imajinasi yang terhampar
di padang sabana
tersangkut disela tebing
bergelayut dikaki ngarai
bahkan berbinar saat purnama menjemput malam
tak tersentuh goresan penamu

wahai penyair
seketika aku hilang selera
tak sanggup menikmati
hambarnya puisimu

Rabu, 24 Juli 2013

KUNING BELUM TENTU EMAS... ANAKKU

emas itu pasti kuning
tapi yang kuning belum tentu emas
ahmad albar bersenandung dunia ini panggung sandiwara
maka simaklah kembali skenario dramamu
pentas kehidupan yang telah kau lalui
lakukan perbaikan apabila ada yang kurang berkenan
selaraskan suara hati dan bibirmu
agar lakon yang kau tampilkan sempurna dihadapan Tuhan
tentu diakhir sajian kau mengharapkan tepuk tangan
maka jadikan ramadhan bulan introspeksi
menyambutnya dengan suka cita
yang  dapat meluaskan ladang hatimu
jangan di ingat kebaikan yang pernah kau berikan
tapi ingatlah semua kesalahan 
agar tak terulang dalam pentas yang tersisa

Selasa, 23 Juli 2013

PANTUN SESEMBAHAN

wahai pengusa gunung merapi
yang terbatuk setelah seribu hari
nafasmu membumbung tinggi
hujan abu banyak sekali

kilat merah membelah kelihatan gagah
tidak ada guruh kecuali gemuruh
mungkinkah kau akan kembali marah
karena hati serakah tak kunjung sembuh

pagi ini kami bakar dupa dan kemenyan
tiga tumpeng nasi kuning disiapkan
satu kepala kerbau sebagai kurban
sayur mayur dan buah buahan

wahai penguasa gunung merapi
semua kini menyadari
mbah marijan telah pergi
kedalam dunia penuh misteri

tanah subur yang kau berikan
bikin makmur desa jetisan
salak pondoh menghias jalan
lupa syukur pada titisan

terimalah semua persembahan
beserta mantera dilafaskan
agar kami dapat kau maafkan
dalam alam yang menyenangkan








Senin, 22 Juli 2013

NASIONALISMEKU TERCABIK CABIK DAN LUNTUR












malam ini tidak seperti malamku yang lain
aku merasa tidak Indonesia lagi
nasionalisme seakan pergi dan hilang
telingaku
hatiku
darahku
menjadi biasa mendengar berita ketidak adilan
imun terhadap korupsi yang kamu keluhkan
apalagi tentang wakil rakyat tidak merakyat
malam ini nasionalismeku tercabik cabik
mata melihat biasa hal yang tidak biasa
suasana bathinku tidak terguncang
ketika
ada pajak yang dikemplang
korupsi milyaran
penyidik ikut ikutan
pengacara bela koruptor mati-matian
terjadi kejahatan berjamaah
semua kejahatan itu tidak diganjar berat
malam ini
nasionalismeku tercabik cabik dan luntur



Minggu, 21 Juli 2013

BIANGLALA

pelangi…
benarkah kau akan datang
ketika awan hitam selesai memeras keringatnya
rinduku menunggu penuh keraguan
sementara kanvas  diujung senja telah kubentang
tak tampak warna warni harapan
mungkinkah penantianku menjadi sia-sia
karena malam datang dengan segala rahasia

Jumat, 19 Juli 2013

DEN MAS... TUNGGANGANMU TELAH MATI

saat kau rebahkan perutmu
dalam pelukan malam yang gendut
kabut dingin memagut
tidak ada nyanyian rindu bergelayut
mungkin cintamu telah berlalu dan jatuh dimakan codot
saat itu aku bertanya tentang gairah yang hilang
dan matamu yang layu memandang jauh
menembus gelap langit
kearah kemilau kerlip bintang
dari balik rimbun daun jati itu
aku menyadari kegundahanmu
kegundahan yang menyakitkan
saat ketidak adilan kau rasa
kucuran BLSM salah sasaran
rakyat miskin tak sanggup lagi menebus  RASKIN
harga kebutuhan hidup melambung
karena kebijakan ngawur membubung
segala keparat itu mengalirkan air mata darah di matamu
tanganmu meregang memukul mata angin
kakimu terbang menendang melampiaskan bendungan bathin
kau berteriak tapi tak terdengar
kemudian lunglai mati terkapar

Selasa, 16 Juli 2013

TUHAN... BERIKAN AKU SATU DETIKMU




bisakah aku mati dengan husnul khotimah ?
sementara perjalanan panjang yang telah direntang
penuh rekaman memalukan
padahal ramadhan berkunjung berulang kali
membawa bingkisan kebaikan
menjadikan insan taqwa beriman
namun ramadhan sama sekali tak dapat menjamah hati
yang telah keras terlalu lama
dalam kurun waktu penuh kealpaan
Tuhan...
berikan satu detikMu
yang dapat membuka pintu takluk dimana taubatan nasuha mengalir
membersihkan gelimang dosa karena telah kufur karunia nikmatMu
seperti kacang lupa akan kulitnya
bahkan islamku hampir mendekati kafir
dalam kemunafiqan yang terselubung
Tuhan...
berikan aku satu detikMu
merangkuh hidayah yang kau tebar

Sabtu, 13 Juli 2013

PADA SEBATANG ROKOK CINTAKU TERGADAI


demi bara tembakau
yang berasap membakar belenggu imajinasi
terus merayap sepanjang malam gelap 
kucari definisiku yang mungkin tercecer dihatimu
kemudian sepiku terhentak dipinggir fajar 
saat simponi pagi mulai mengalun merobek perawan rindu
butiran embun berjatuhan menimpa kering dedaunan
kemerisiknya terurai hanyut
merambah gempita nyanyian alam
meliuk
diantara gelinjang kepulan asap 
menyelinap dan terbatuk-batuk
mencari arti pada secangkir kopi
wahai jiwa kelana
tidakkah kau nikmati aroma tembakau sepuntung rokok
yang candunya diserap darah dan benalunya menjalar melilit paru
dari jarinya keluar tangan gurita menghisap jaringan tubuhmu
mencekik nafas memberi sesak didada
lalu kau menari  tari kematian
diatas tumpukan jutaan puntung rokok
tanpa lagi dapat menikmati cinta ketika hutan jati gelisah
berharap sangat padamu mencumbunya 
tanpa henti melampiaskan desah yang berpeluh
saat riak telaga bergelombang diterkam burung camar
tajam menukik kepermukaan menyambar tanya yang berenang
mencari jawaban
akankah cintamu tergadai pada asap tembakau
lalu kau biarkan kembali merampas kesetiaan
menjajah ketulusan yang ada
menghanguskan kemesraan
membakar kasih yang kau miliki
lalu kau mati ditengah kepulannya
ya...
aku berteriak ya !!!
ini bukanlah puntung terakhirku
puntung yang selalu datang dengan imajinasi itu
akan tetap kunikmati sampai mati



Senin, 10 Juni 2013

TULIS SAJA APA YANG KAU SUKA

Aku amat ingin  menulis
Menulis apa  yang terlintas dipikiranku
Namun tak kutemukan ide
Terasa berat dan teramat sulit
Malam ini keinginanku untuk menulis terasa lagi
Tapi menulis apa,  Puisi ?
Aku lagi jenuh
Saat ini sajak-sajak cinta bukan lagi tempat buatku
Lalu apa yang hendak kutulis
Katamu,  “tulis saja apa yang kau suka
Tapi apa ? idenya tidak kunjung datang.
Aku pengen menulis
Dengan bahasa sederhana tapi sarat pesan dan makna
Malam ini aku ingin menulis
Menulis apa ya ?

Kamis, 06 Juni 2013

RINDU KITA MASIH SEIRAMA



benih rindu itu kau tanam satu persatu
tanpa letih
berjajar rapi dalam kolom dan baris
memenuhi hektaran ladang hatiku
yang selalu tersedia untukmu tanpa pamrih

aku tak ingin melarang
kau datang menyiram air mata
mencabut rumput ilalang
mengusir gerombolan burung gereja
atau menghalau gemuruh  angin  lalu
memupuk  sepi rindumu

kini rindu  itu menjalar diladang hatimu
petiklah dan bagikan
jangan kau biarkan rindumu  mati sia-sia
setelah perjalanan  melelahkan
membungkus  waktu yang terserak
meski kaki gontai melangkah
namun rindu kita berdua
masih  senada seirama

Minggu, 02 Juni 2013

NAK, AKU TAK TAHU SIAPA AYAHMU



nak, kehamilanku adalah bencana
karena  tak pernah ibu ingini
hasil hubungan sangat  terpaksa 
karena itu aku aborsi

nak, malam itu aku tak berdaya
karena ibu telah diperkosa
didalam angkot di ibukota
ketika pulang dari bekerja

nak, aku tak tahu siapa ayahmu
karena diperkosa bersama-sama
seumur hidup aku menanggung malu
mereka cuma 3 tahun di penjara

nak, dimata Tuhan aku mungkin bersalah
karena aborsi jadi penyelesaian masalah
tapi kemana hendak melangkah
mataku gelap ditutup gundah

nak, janganlah engkau marah
pada ibu yang penuh dosa
maaf dengan segala sembah
pada Tuhan Maha Esa




Jumat, 31 Mei 2013

Mas EsBeYe, Masih Dengar Kan ?



Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Republik Indonesia Yang saya Hormati
Ijinkan saya berbicara tidak sebagai rakyat
Tapi sebagai teman
yang pernah ikut sedikit berjuang dengan Demokrat
Sebagai Care Taker Ketua PAC – Cileungsi 2003/2004
Care Taker yang tak punya SK kecuali dijanjikan
Bagi saya tidak ada masalah karena yang saya lakukan adalah Ikhlas
Keikhlasan itu setidaknya ikut andil
Membawa Bung Darwin duduk di DPRD Bogor
Mas esbeye
Dulu rumahmu sangat terbuka untuk dikunjungi siapa saja
Entah itu makan makan
Entah itu sekedar kumpul kumpul lalu minta kaos kampanye
Oh iya, aku kenal dengan Sutan Batugana dirumahmu
Orang yang lucu dan cerdas itu belum berubah ya..
Hahaha
Meski rumahmu di Cikeas tak bisa dikunjungi seperti dulu
Tapi aku bersyukur karena setiap lebaran kau selalu Open House
Sungguh sangat menyenangkan dapat bersalaman dengan mu dan mbak Ani
Ingatanku mundur ke waktu kampanye Caleg Partai Demokrat Pertama kali
Dilapangan Gunung Putri kita menyanyi dan menari
Kehangatan dari sebuah kebersamaan
Kemudian semua itu berlanjut memperjuangkan Mas dan Bung Kalla
Untuk jadi Presiden dan Wakilnya
Keikhlasan berjuang itu berhasil
Nomor Urut 4 telah kami balik menjadi kursi untuk dapat kau duduki
Mas EsBeYe masih dengar kan ?
Alangkah sedihnya aku ketika periode 2009-2014
Kau berpisah dengan Kalla
Kau merangkul Budiyono
Apakah karena namanya juga berakhir dengan yono ?
Padahal kebersamaan dengan Kalla waktu itu sangat menyegarkan
Atau Kalla kepengen jalan sendiri ya mas….?
Mas
Waktu penyerahan penghargaan Donor Darah Seratus PMI Desember tahun lalu
Kau duduk berdampingan dengan Kalla
Aku senang melihatnya karena aku ada disana
Berdiri tegap dibaris pertama dibelakangmu ketika kita foto bersama
Tapi janji untuk diberikan sebuah cincin emas
Sampai sekarang belum kuterima
Mas,
Mbak Ani semakin cantik saja ya
Nggak pernah lupa bawa Kamera
Aku belum punya Kamera
Senang sekali kalau Mas kasi satu
Aku bisa jepret sana jepret sini
Merekam segala kejadian
Baik yang menyenangkan atau sebaliknya
Merekam penderitaan yang belum berhenti
Merekam Kesejahteraan yang belum termiliki
Merekam kemiskinan dan pengangguran
Tentu hasil jepretan saya tidak sebagus mbak Ani
Seperti yang terkumpul dalam sebuah karya
“The Colours of Harmony, a Photography Journey”
Mas EsBeYe masih dengar kan  ?


(wates-kulonprogo)

Kamis, 30 Mei 2013

AKU NGATIRAH YANG PUNYA CINTA



aku ngatirah yang punya cinta
cinta diantara segala perjalanan, perjalanan rindu memecah waktu
waktu yang terbungkus embun, embun menangis dijilat mentari
mentari hilang ditelan malam, malam gelisah melepas sepi

aku ngatirah perangkap mimpi
mimpi tentang kedigdayaan, digdaya yang tak pernah kau jaga
jaga rakyat jaga bangsa, bangsa yang sekarat dan melarat
melarat  karena pongah pimpinan khianat
khianat janji memperbaiki
memperbaiki negri yang marak korupsi

ha ha ha gratifikasi itu sungguh menggelitik hati
hati siapa mengintai kesempatan
kesempatan bersama mencicipi
mencicipi cucuran keringat
keringat ngatirah yang terjajah
yang telah terbiasa pasrah
pasrah

Selasa, 21 Mei 2013

DUH... GUSTI,INIKAH TAKDIRKU ?


tidak ada lagi siang
tidak ada lagi malam
semua hilang ditelan gundah
tidak ada lagi puisi indahnya cahaya pagi
tidak ada lagi nyanyian malam bersenandung rindu
resah telah meremukkan impian
sungguh…
surat penolakanmu adalah ledakan petir
menhancurkan gendang indraku
merampas kemampuan segala rasa
terkoyak keinginan untuk memiliki
bahagia rasa hidup mendampingimu
remuk rasa rindu yang bertubi
telah terperangkap aku dalam bayanganmu
bayangan yang tidak ku kenal lagi
karena telah berubah menjadi belati
menusuk tepat dijantungku
mencabik cinta yang pernah tertanam
sungguh suratmu
telah menjadi laknat yang ku terima
membenamkan masa depan yang  terhampar
duh Gusti, inikah takdirku ?

Kamis, 09 Mei 2013

SURAT YU NGATIRAH TADI PAGI


dimas yang kucinta
keinginanmu untuk menikah denganku menggantikan kangmas jaimin
almarhum kakangmu
adalah satu hal yang menyenangkan
yang telah membuka tabir-tabir mimpi kita berdua
menghangatkan kembali gairah cinta yang pernah ada
kenangan bersamamu kembali muncul satu persatu kepermukaan hati
saat pertama kau belai rambutku
saat bibirku bergetar mengatakan I love you
terasa darah mengalir kencang
menggelitik jiwa yang jatuh cinta
tak sudi aku terlepas dari bayang-bayangmu
melati yang kau tanam di jantungku
tak berhenti menebar wangi
butiran butiran embun pagi yang mencair menimpa daun jati kering
kemerisiknya seakan simponi
selaras senada kicauan burung menyambut pagi
duh serenada itu
menghilangkan segala duka
menghilangkan keraguan dan ketidak-berdayaan seorang wanita

kebaikanmu dimas sangat aku hargai
namun demikian
ijinkan aku
mengubur mimpi-mimpi kita yang telah lalu
menghanyutkan segala gairah
memendam segala rasa suka
karena aku lebih ingin hidup sendiri
meneruskan baktiku pada kang jaimin
bapak kebanggaan anak-anakku
seorang suami yang  tangguh mengabdi kehidupan
berikanlah air matamu untukku
agar aku tegar mengenang yang pernah ada
agar aku tegar menghadapi segala rindu
biarkan aku larut sendiri tanpa cintamu
biarkan lah
wassalam ngatirah

Rabu, 08 Mei 2013

TIBA TIBA INSOMNIA DATANG BERTAMU


tiba tiba insomnia datang bertamu
mengganggu perjalananku
perjalanan pemimpi di istana malam
sepi pun terbang dengan gemuruh kepak sayapnya
desir angin yang biasa melantunkan nyanyian kalbu
berubah menyayat hati
malam ini tidak ada lagi nuansa
tidak ada kepedulian
selain tangis yang timbul disekujur tubuh
selain mulut yang menghitung sampai seribu
selain telinga mendenging ditelan detak detak jam dinding
dan nafas puisiku berhenti mengalir
tangis telah menjeratnya
lelah jiwa tersungkur
tak sanggup mencari bayang bayangku
yang bercampur
dalam suka dan dukamu
mungkinkah cinta yang terpendam lama
telah kau iris dan buang jauh
karena kau ingin hidup sendiri
sebagai bukti sayangmu pada almarhum
kang jaimin belum berakhir

Jumat, 03 Mei 2013

BUKAN AKU YANG MENGHAMILI....


kehamilan yu ngatirah  Isteri  almarhum kang  jaimin
mendatangkan prahara bagiku
pusaran angin  beliung puting badai kilat sambung menyambung
teriak burung gagak yang sengak serak
ratusan bibir mencibir
telunjuk telunjuk yang menunjuk
mengurungku membekapku
tak ada yang ingin mendengar klarifikasi
menjelaskan kenapa awan menjadi hitam
kenapa telinga tidak dipakai lagi mendengar
dan mulut yang tiba tiba banyak bicara
“kau yang menuai karena kau yang menanam !”
tuduhan menyakitkan mengisi menit  menit kehidupanku
“bongkar  !  bongkar ! bongkar !”
mulut mulut santun telah hilang
semua  ingin satu persidangan yang menjatuhkan hukuman
nikahi  ngatirah
sebagai pertanggungjawaban
duh gusti kemana logika mereka
tahlilan empat puluh hari kang jaimin baru seminggu yang lalu
sementara kehamilan ngatirah
sudah tiga bulan jalan
sungguh,  tidak pernah ada pertemuan khusus diantara kami
selain senyuman pandang bertatap ketika berpapasan
“hai penyair,
aku memang ingin menikahi  ngatirah
tapi bukan aku yang menghamili !”

Jumat, 26 April 2013

AKU MASIH TERAMAT MENCINTAI


lek giman mampir kerumah mengundang tahlilan
empat puluh hari kang jaimin
nggak terasa
cepat sekali hari hari larut dalam kehidupanku
sepertinya baru saja kemarin
kang jaimin jatuh terhempas ketika memanjat kelapa
pekerjaan yang biasa digeluti itu
telah mengantarnya kejenjang terdekat penguasa jagat
dan meninggalkan yu ngatirah sendirian
undangan tahlilan itu
membuat jantungku berdegup keras
kerna yu ngatirah pernah bersemayam dihatiku
jauh sebelum kang jaimin mengenalnya
apakah kisah itu akan kuulang kembali
merajut benang yang kusut
agar cinta yang tumbuh kembali bertaut
atau tidak datang samasekali
aduh undangan itu
telah membuat hatiku kembali berdesah
disebuah dangau ditengah sawah
ketika jemari ngatirah
menyentuh jantungku dengan secangkir kopi
lalu ku biarkan ngatirah melepaskan senyumnya
saat matanya menembus jauh
saat panahku menembus dalam
lalu luruslah segala keinginan
tak peduli lagi hendak kemana
segala rindu yang tertahan mengalir bersama
dan kemesraan itu terjadi ketika bibirnya
berbisik
I love you kang
I love you too
ah, aku masih teramat mencintai

Kamis, 11 April 2013

FACEBOOKERS, SORRY, I AM NOT GAY


aku tidak tahu
apakah status hari ini yang meluncur dalam hidanganku
dan telah kau telan diatas piring piring maya
akan menjadi persembahan terakhir
karena nyawa dan raga
bukan milikku dan bukan milikmu
maka siang ini ketika azan zuhur mulai berkumandang
aku ulurkan tanganku menyampaikan maaf yang tulus
atas prasangkamu yang salah
menduga manusia sepertiku pecinta sejenis
sorry, aku bukan Gay !!!
aku adalah pecinta lawan jenis
jangan kau kirim lagi photo-photo yang tak dapat membangkitkan gairahku
jangan kau ajak aku tidur bersama
jangan kau ajak aku
jadikanlah persahabatan kita sebagaimana mestinya
seperti status dan komentar yang saling susul menyusul
ya.. ini uluran maaf terakhir dariku
wassalam menanti pertimbanganmu

Selasa, 09 April 2013

YANG


yang…
bebanku semakin berat
ketika tujuan bersama lenyap ditelan gelap

sementara air-matamu menjerat segala langkah
aku tak berdaya
aku telah kehilangan kendali
kerna hatiku telah kau bawa pergi

***
yang…
badai yang kau timbulkan belum ingin berhenti
mengacak-acak
penuh benci
penuh dendam dan syak wasangka
oh aku tak dapat lagi melihat
dimana hatiku terdampar
setelah hanyut bersama air-matamu

***
yang…
saat ini aku ingin sedikit senyummu
menerangi dan jadi petunjuk
kemana tujuan akan berakhir
atau haruskah langkahku tertahan 
sampai ajal menghadang

***
( wates-kulonprogo )

Selasa, 02 April 2013

MAAFKAN, AKU TELAH BERSELINGKUH


Dek maafkan aku
Karena telah berselingkuh
Merayu rembulan belum purnama
Bercumbu putihnya di atas embun
Bergelayut  di ranting ranting pucuk
Melepaskan hasrat hati  gairah terpendam
tanpa ada yang melarang
Dek maafkan aku
Karena aku ingin jujur
Kamu adalah cinta pertamaku
Ijinkan aku untuk kembali
Memperbaiki bahtera kita yang rapuh
Merajut waktu yang berserakan
Meninggalkan rembulan
Selamanya

Rabu, 20 Maret 2013

SELAMAT JALAN KANG JAIMIN


istrimu yang bilang
jantungmu tadi pagi hilang
ketika sajadah bertanya : "hendak kemana ?"
dan aku mencoba mencari denyutmu
diantara hiruk-pikuk azan bersahutan
diantara gempita kokok ayam
namun tak ku temukan nadanya
mungkin…..
jantungmu tidak ingin kembali
bercinta dengan kesengsaraan
bercumbu dengan nestapa kehidupan
yang kerap terungkap dalam canda
dan tertuang utuh dalam sajakmu
mungkin pagi ini
aku yang bilang
selamat jalan kang jaimin
inna lillahi wa inna ilaihi rojiun




Rabu, 13 Februari 2013

PESAN ELEKTRONIK

esemes itu datang terus menerus
pagi siang sore atau tengah malam
tanpa bosan
mencariku dimana saja
sekedar mengucapkan
selamat makan
selamat istirahat
selamat siang
selamat tahajut
pesan pesan baik itu
berbalas dengan ikhlas
berbalas kebaikan
tak perduli aku dimana
balasanku melayang dengan lincah
bukti saling harga menghargai

namun
satu pesan merobek malam panjangku
telah merubah segalanya
merubah simpati
merubah rasa hormatku
aku rela dianggap jahat
aku rela dicap sombong
bahkan diputus sebagai teman
kerna satu pesan yang terasa asing
"kelonan yok...."