esemes itu datang terus menerus
pagi siang sore atau tengah malam
tanpa bosan
mencariku dimana saja
sekedar mengucapkan
selamat makan
selamat istirahat
selamat siang
selamat tahajut
pesan pesan baik itu
berbalas dengan ikhlas
berbalas kebaikan
tak perduli aku dimana
balasanku melayang dengan lincah
bukti saling harga menghargai
namun
satu pesan merobek malam panjangku
telah merubah segalanya
merubah simpati
merubah rasa hormatku
aku rela dianggap jahat
aku rela dicap sombong
bahkan diputus sebagai teman
kerna satu pesan yang terasa asing
"kelonan yok...."